Wednesday, December 5, 2018

Tanya Jawab Seputar Islam #PART 1


Tanya jawab seputar Fiqh Islam bersama Ust. Afri Andiarto. S.M - disadur dari grup tafaqquh fiddin


Ustadz Afri Andiarto, S.M. merupakan khadimul majelis Ahbaabur Rasul, pembina komunitas sosial Gerakan Mengabdi dan Mengajar dan pembina komunitas Serambi Hijrah yang semuanya berlokasi di Surabaya.


Pertanyaan :

" Apakah darah nyamuk itu termasuk dalam golongan najis yg di ma'fu?"

Jawaban :

Ya, dima'fu jika ukuran darah tersebut kecil atau sedikit. Namun jika darah tersebut banyak dan ada kesengajaan membunuhnya saat nyamuk di baju kita maka baju tsb tidak boleh digunakan untuk sholat. wallahu a'lam

Rujukan:
Al Majmu' Syarah Muhadzdzab


ولو أخذ قملة أو برغوثا وقتله في ثوبه أو بده أو بني أصبعيه فتلوثت به قال المتولي إن كان كثير ذلك لم يعف عنه وإن كان قليلا فوجهان أصحهما يعفى عنه قال ولو كان دام البراغيث في ثوب في كمه وصلى به أو بسطه وصلى عليه فإن كان كثيرا لم تصح صلاته وإن كان قليلا فوجهان

Apabila seseorang membunuh nyamuk dan kutu di baju, kulit, atau sela-sela jarinya,kemudian darah nyamuk tersebut mengotorinya, maka menurut al-Mutawalli hukumnya diperinci: tidak dapat ditolerir bila darahnya banyak dan ulama berbeda pendapat bila darahnya sedikit, menurut pendapat paling kuat, hukumnya dimaafkan. Begitu pula orang yang shalat menggunakan baju terkena darah nyamuk atau shalat di atas kain yang terkena darah nyamuk. Shalatnya dianggap tidak sah jika darahnya banyak dan jika darahnya sedikit, ulama berbeda pendapat


I'anatuth Tholibin I

(ويعفى عن دم نحو برغوث)  مما لا نفس له سائلة كبعوض وقمل لا عن جلده (قوله عن دم نحو برغوث) الإضافة فيه لأدنى ملابسة لأنه ليس له دم في نفسه وإنما دمه رشحات يمصها من بدن الإنسان ثم يمجها( بغير فعله )فإن كثر بفعله قصدا كأن قتل نحو برغوث في ثوبه أو عصر نحو دمل أو حمل ثوبا فيه دم براغيث مثلا وصلى فيه أو فرشه وصلى عليه أو زاد على ملبوسه لا لغرض كتجمل فلا يعفى إلا عن القليل على الأصح كما في التحقيق والمجموع

(Dan dima’fu (ditolerir) darah yang keluar dari binatang semacam kutu, nyamuk yaitu binatang-binatang yang pada dasarnya tidak memiliki darah yang mengalir melainkan berasal dari yang ia hisap dari badan manusia kemudian ia muntahkan tapi tidak kulit binatang tersebut… bila darah tersebut bukan akibat pekerjaannya. Bila keluarnya akibat ulahnya seperti ia sengaja membunuh kutu di bajunya atau sengaja memencet bisulnya atau ia shalat dengan memakai pakaian atau beralaskan perkara yang ada darah kutunya atau ia mengenakan pakaian berlebih tanpa ada tujuan maka darah-darah yang semacam ini tidak lagi diampuni kecuali bila sedikit menurut pendapat yang shahih seperti keterangan dalam kitab at-Tahqiiq dan al-Majmuu’.)


Tuhfatul Muhtaaj VI

وَيَبْقَى الْكَلَامُ فِيمَا إذَا مَرَّتْ الْقَمْلَةُ بَيْنَ أَصَابِعِهِ هَلْ يُعْفَى عَنْهُ أَوْ لَا وَالْأَقْرَبُ عَدَمُ الْعَفْوِ لِكَثْرَةِ مُخَالَطَةِ الدَّمِ لِلْجِلْدِ . وَفِي الْكُرْدِيِّ عَنْ الْإِرْشَادِ وَلَا تَبْطُلُ بِدَمِ نَحْوِ بُرْغُوثٍ وَبَثْرَتِهِ مَا لَمْ يَكْثُرْ بِقَتْلٍ وَعَصْرٍ ا هـ .

Pembahasan yang tersisa mengenai masalah bila seekor nyamuk hinggap diantara jemari orang shalat apakah najisnya diampuni? Pendapat yang mendekati kebenaran tidak dimaafkan karena bercampurnya darah pada kulit, dan dalam al-Kurdy dari al-Irsyad dijelaskan dan shalat tidak batal akibat darah semacam kutu atau jerawat selagi tidak banyak yang bukan akibat ia bunuh (kutunya) atau pencet (jerawatnya).


--------------

Surabaya, 06.12.2018  08:43

Wednesday, September 20, 2017

Saat Kau Menjadi Bidadari Hidupku


[RESUME KAJIAN]

Alhamdulillah tiba-tiba penulis diberikan hidayah untuk melanjutkan blog ini setelah sekian lama dibiarkan kosong karena sebenarnya bingung mau nulis apa hehe
well, kali ini saya akan menuliskan resume hasil kajian beberapa hari yang lalu yang diselenggarakan di Aula bawah Masjid Ulul Azmi, Kampus C, Universitas Airlangga.


Kitab Tuhfatul Arusyain

Tema "Saat Kau Menjadi Bidadari Hidupku"
    oleh Ust. Afri Andiarto

- Sby, 19 September 2017 -



❤ Sesungguhnya tiap - tiap manusia telah Allah siapkan bidadari / pasangan di surga. Lalu bagaimana dengan istri di dunia? Dia akan menjadi RATU di surga. Jadi jangan cemburu ya wahai istri, selama engkau menjadi istri shalihah dan suami ridho denganmu, bidadari lah yang akan cemburu denganmu.

Kelak di akhirat semua hubungan akan saling berpisah (orangtua dengan anak, suami dengan istri, antar sahabat, antar saudara, antar rekan kerja, dan lain-lain), kecuali orang - orang yang bertakwa yaitu yang menjadikan hubungannya di dunia menjadi ikatan ketaqwaan.

❤ Ciri - ciri bidadari surga :
  1. Memiliki akhlak baik dan terjaga, sopan santun, tidak tertawa terbahak-bahak, tidak suka nongkrong di jalan hingga larut malam, dan perbuatan-perbuatan yang kurang pantas dilakukan oleh seorang muslimah.
  2. Cantik parasnya. Memiliki inner beauty yang kuat.
  3. Menjaga kehormatan dan kesucian dirinya. Seorang perempuan itu harus terjaga muru'ah dan izzahnya. Tak pernah disentuh manusia (yang belum halal baginya) maupun  jin karena penjagaanya yang begitu kuat.
          Salah satu tauladan seorang muslimah yang penjagaannya kuat yaitu Sayyidah Maryam. Beliau sangat menjaga perkataannya suatu ketika berkomunikasi dengan malaikat Jibril yang berubah wujud menjadi manusia. Padahal beliau tahu sifat malaikat yang tidak memiliki syahwat. Dengan malaikat saja sebegitu hati-hatinya bentuk penjagaannya apalagi jika beliau berinteraksi dengan manusia.
         Seorang istri harus izin kepada suami jika mau kemana-mana meskipun ketika akan pergi ke majelis ta'lim.

❤ Adab istri didepan suami (lanjutan) :
  1. Menghilangkan bulu berlebih di tubuh. (yang bukan sewajarnya dimiliki perempuan).
  2. Sunnah : memakai hena. Sebaiknya menggunakan hena dengan 1 warna dan tidak menggunakan hena warna hitam.
  3. Terdapat hadist qoniyah (yang masih membutuhkan penjelasan) :

"Suatu ketika Rasulullah SAW memegang tangan seorang perempuan (ada kemungkinan menggunakan sarung tangan) dari balik tabir. Lalu beliau bertanya "ini tangan laki-laki atau perempuan?" dan seseorang yang berada di balik tirai menjawab "Perempuan ya Rasulullah". Kemudian Rasulullah SAW menganjurkan dia untuk memakai hena, untuk membedakan laki-laki dan perempuan."

  • Dalam budaya Arab, perempuan yang menggunakan hena menandakan dia sudah menikah.
  • Namun sayyidah 'Aisyah tidak menggunakan hena karena Rasulullah kurang suka bau hena. Hal ini jangan dibenturkan dengan hadist diatas karena ketidaksukaan bau hena oleh Rasulullah ini merupakan sifat kemanusiaan Rasulullah sedangkan hadist diatas adalah anjuran,.
  • Sunnah lainnya yaitu bersiwak. Malaikat suka dengan orang yang bersih dan dan tidak bau mulut. Karena wangi akan mendatangkan rahmat. Sholat dalam keadaan sudah bersiwak lebih baik dibanding sholat sunnah 1000x. Bersiwak dan berkumur mencegah penyakit.

InsyaAllah cukup sekian resume kali ini.  Jika ada kesalahan konten maupun penulisan bisa comment dibawah ini ya :) see ya for the next writing ^^
Salam.


PIA-Surbay, 21 September 2017 / 1 Muharram 1439 H

Thursday, February 26, 2015

Bismillahirrohmanirrahim..


Harusnya ini postingan yang keempat karena postingan kedua dan ketiga belum sempat disempurnakan dipublish, dan mungkin tidak akan dipublish dalam waktu dekat ini.. *peace*

Cerita Hati seorang pencari jati diri (1)


        Lagi - lagi ku menemukan sosok lain darinya. Sosok yang lemah lembut nan cerdas dan tegas. Ku bersyukur karena Allah menakdirkanku disini, bertemu dengan orang – orang hebat, yang memperjuangkan Ad-dinn Allah. Terlihat dari raut wajah mereka. Mereka lelah, lesu, karena memang seharian mereka tak hanya bergelut dengan perkuliahan namun juga harus mengurusi segala perlengkapan maupun amanah yang mereka emban untuk bisa terselenggaranya suatu kegiatan yang besar ini. Sungguh Allah akan memberikan balasan pada kebaikan yang dilakukan hambaNya sekecil apapun itu. Berharap niat dalam hati ini tulus dan akan selalu lurus, yang semata – mata hanya mengharapkan keridhoanNya. Dan semoga apa yang kami kerjakan, usahakan, perjuangkan bisa membuahkan hasil yang indah, tak hanya di dunia namun juga di akhirat. Karena sesungguhnya apa yang kami kerjakan bukanlah untuk mengindahkan islam, tapi justu islam yang mengindahkan dan membuat kami menjadi lebih baik melalui syariat dan ajaran yang tertuang didalamnya. Wallahu a’lam bisshowab. Semoga kita dipertemukan lagi di jannahNya kelak. Aamiin J))



Surabaya, 26 februari 2015 21:08

Monday, February 9, 2015

Daaan tiba – tiba aku ingin membuat tulisan kecil ini setelah stalking profil fb 'hamba Allah' yang begitu mencintai kedua orang tuanya, terutama ibu. Ku terhanyut dalam ceritanya, begitu sholeha dia hingga menginspirasi lahirnya coretan kecil ini daaan juga membuat air mata ini menetes dikala proses pembuatannya.
Kaulah yang menginspirasiku kakak, untuk menjadi anak yang berbakti dan lemah lembut kepada kedua orangtua, untuk menjadi wanita yang santun dan sholeha. Sungguh inikah maksut dari ketidakterimaanku di salah satu sekolah kedinasan yang pernah aku perjuangkan mati - matian? Inikah rahasia dibalik permohonanku untuk dipertemukan dengan orang – orang yang sholeh? Yaa, kubisa menerka bahwa inilah jawaban dari do’a yang kupanjatkan dikala terjebak kebimbangan untuk meneruskan kuliah dimana. Setahun yang lalu ku berdo'a untuk diberikan yang terbaik saja menurut Allah, dipertemukan dengan lingkungan yang bisa merubahku menjadi lebih ichsan dan lebih dekat denganNya-hingga akhirnya kubisa duduk di bangku perkuliahan ini.
Mari kita mulai...
Hamba bukanlah orang yang pandai bermain kata namun kali ini kumohon kabulkan do’a hambaMu ini ya Allah ya Rabbku.
Kusangat menyayanginya, mencintainya dan akan kulakukan apapun untuk membuatnya bahagia meskipun dengan begitu aku harus tertatih tatih dalam mewujudkannya. Ya Allah di malam yang indah ini, dengan ditemani sayup sayup angin berhembus melewati jendela kamar kos ini, biarkan kubermunajat kepadaMu lewat tulisan ini. ‘Sayangi bapak ibuku, kasihi mereka, panjangkanlah umurnya dan jadikan waktunya sebagai kesempatan untuk menyimpan pundi – pundi amal kebaikan, Panjenengan paringi kesehatan ingkang barokah, ampuni segala dosanya, bukakanlah selalu pintu hidayah dan karomah kepadanya, istqomahkan mereka ya Allah wahai Rabbku”.

karena,,
Mungkin selama ini bisa dikatakan aku belum bisa menjadi anak yang baik, karena terkadang aku masih sering membuat kedua orangtuaku kesal karena sikapku ini, Tapi mungkin dengan dibuatnya corean kecil ini, bisa membuatku mengerem lidah dan sikapku ketika akan berbuat dan berbicara yang tidak sepantasnya diucapkan dan lakukan oleh seorang anak yang sholeha.. semoga bisa mengingatkanku akan pengikraran bahwa aku ingin menjadi anak yang bisa dibanggakan.

Hanya satu mohonku, jangan jadikan sakitku ini sebagai beban kedua orangtuaku untuk bekerja kerus terus untuk membiayai pengobatanku, belum lagi sekolah adikku, kuliahku-ya meskipun alhamdulillah kersane Gusti aku mendapat beasiswa dari pemerintah untuk mengenyam bangku kuliah dengan biaya Rp 0,-
Ingin sekali kubisa seperti teman – teman yang pandai memainkan kata – kata , membuat syair dan cerita indah tentang pengalamannya dengan orang tercintanya (baca : orang tua). Kuingin sekali mengungkapkan pada dunia-meskipun itu tak perlu jika dipikir pikir karena kasih sayang itu benar benar terasa bukan karena kata kata namun lebih pada tindakan dan kebaikan apa yang telah diajarkan kepada anaknya. Memang tidak ada manusia yang sempurna, terlebih halnya orang tua yang sempurna, yang mampu mengerti segala kebutuhan anaknya. Mereka juga manusia biasa yang memiliki keterbatasan, namun dari usahanya untuk menjadi orang tua yang hebat bagi anaknya itu sudah lebih dari cukup. Aku memiliki seorang bapak yang keras temperamen namun mudah luluh hatinyaa. Ibuku, beliau adalah seseorang yang tidak bisa dikatakan keras namun juga tidak dikatakan sabar. Emang adaklanya seseorang bisa keras dan lembut sesuai situasi dan kondisi yang menempatkannya disana. Tapi hal yang aku banggakan adalah, orang tuaku bisa membesarkanku hingga sekarang ini, hingga aku bisa meneruskan kuliah yang mungkin bagi sebagian orang kuliah adalah hanya untuk yang mampu dan berduit saja.

Prinsipnya bapak yang membuat hati ini berguncang hebat adalah apapun untuk sekolahku bapak akan usahakan, aku mau apapun itu bapak akan perjuangkan untuk mencari uang pokok itu yang bikin aku pinter. Soalnya apa? Bapak itu dari orang miskin, yang Cuma lulusan smp kebahagiaan apa yang bisa melebihi kebahagiaan seorang orangtua yang punya anak pinter tur genah. Dalam artian anak yang sholeha dan pintar, yang mampu memahami orang tuanya. Karna tumpuan orang tua ya pada anaknya. Sekarang memang bapak masih bisa kerja, tapi gimana lek pas bapak sudah pensiun? Siapa yang ngasih makan ibu sama adik? Ini mumpung bapak masih kuat akan diusahakan semaksimal mungkin demi sekolahku sing duwur, kalo bisa berlanjut hingga ke jenjang s2. Di smt 1 aja bapak udah pengen beli jas, katanya mau buat wisudaku. Sungguh ya Allah sedingin-dingin dan secuek-cueknya aku, aku akan runtuhh juga air mataku mendengar itu. Namun sekuat tenaga aku menahannya agar tidak tumpah, karena jika itu terjadi maka akan terjadi tangis-tangisan dalam keluarku, karna notabene ibuk tidak begitu guat nahan tangis.

surabaya, kamar kos, 09.02.2015 pukul 21:12